Monitor Hitam Putih Terkembang, Layar Tempatku Belajar.

Assalamu’alaykum..Hello bro sis, babe emak gimana kabarnya nih..? puasa hari ke duapuluh lebih..semoga lancar semuanya yaa, tetep sehat dan semangat…bahasa jawanya karep..sregep dalam beribadah. Sebisa mungkin si kita beribadah meningkat yaa.., ya minimal ajeg lah…kalo sregep ya sregep terus..jangan angot-angotan pas ada maunya aja, yaa salah satu caranya dengan itu lho…dengan bertahap, kalo yg tadinya belum sholat sama sekali yaa sholat wajib dulu… jangan langsung di borong sholat wajib lengkap dengan dzikir panjangnya lalu sholat sunah ini dan itu, bertahap bro sis…biar tak cepet bosan; madep mantep hehe^^

Kemarin malam, tanggal 1 September 2010 pakdhe kagak ke mesjid nih..karena kebetulan alhamdulillah ada jadwal nganter istri periksa kandungan ke dokter. Gak tanggung-tanggung, nomer urut 16 alhamdulillah..jadi ya kira-kira jam 23 malam lah masuk kamar periksanya. Dokternya sangat komunikatif dan terbuka, sehingga sangat cocok bagi keluarga hamil yang baru akan menyambut anak pertamanya di mana pengalaman masih minim, dan banyak tanya ini itu.

Mungkin kalau di poliklinik yaa…, satu-satunya yang penuh warna dan senyuman adalah klinik kandungan…keceriaan terpancar dari wajah-wajah suami dan paraistri, wajah yang sangat penuh oleh harapan.

Teng tong ting tong….tong teng ting teng….. :nada panggilan di stasiun hehehe: panggilan kepada keluarga pakdhe samboga di harapkan masuk kamar periksa :boong ding, ga pake pakdhe lah kemarin:
Setiap memasuki kamar periksa kandungan rasanya mak nyeess..rasanya juga mak kliyeess campur bawur…apatah kejutan berikutnya yang akan di dapat…kurang lebih begitu tanya sang angan. Apalagi keluarga muda seangkatan kami umumnya sudah berbuah hati dua bahkan tiga orang manusia menggemaskan, yang artinya ada beberapa hal yang mungkin patut di pantau demi kelancaran sang janin yang suci. Semua memang sesuai dengan qadha dan qodhar dari Alloh SWT tentunya, seperti kisah hidup Mas Canthing si sulung kami misalnya yang enam bulan berenang riang di rahim ibunya dan sekitar dua jam bernafas di dunia kehidupan fana.

Alhamdulillah setelah sekitar lima bulan dari kelahiran anak pertama kami, istri tercinta pelita rumah tangga kembali di percaya untuk mengandung. Pada pemeriksaan terakhir alhamdulillah sudah berumur delapan minggu :senyum senyum:

Seperti biasa pada pemeriksaan di ahli kandungan, setelah sedikit Tanya jawab kemudian di USG. Alhamdulillah kantong rahimnya sudah nampak besar lho sobat…di usia 8 minggu ini besarnya sudah sekitar 4 centimeter garis tengahnya :senyum senyum:

Namun pakdhe agak merasa aneh deh…biasanya USG itu tidak lama lho….begitu mendapatkan gambar terbaik dan penjelasan yang cukup kemudian di print dan penjelasan di lanjutkan di mejakursi konsultasi. Tapi ini kemarin ibu dokter walau sudah beberapa kali mendapatkan gambar terbaik dan sangat bening :karena kantung kemih sudah cukup dengan air putih: namun ibu dokter tidak kunjung mencetak tampilan layer; sampai disini pakdhe sudah melukis tanda Tanya di atas kepala :tentu saja ga keliatan lah tandatanyanya, hehe:

Ternyata benar…kemudian ibu dokter menjelaskan…, ibu bapak….ini bagus yaa..kantung rahimnya sudah membesar…sesuai dengan perkembangan waktunya…namun kok gambaran embrio janinnya belum nampak jelas ya ibu bapak…:dag dig dug, dug dag dig:
Seharusnya pada ukuran kantung yang sekian embrio sudah nampak signifikan ukurannya, ini ada sih tetapi sangat kecil, dan seterusnya…ibu dokter menjelaskan dengan cukup gamblang.

Sekalian aja pakdhe Tanya…kemudian sebaiknya bagaimana dokter..? ? :senyum, cliiing: Jadi begini bapak…, dari pemeriksaan ini ada kemungkinan kandungan istri bapak mengalami blighted ovum alias kehamilan kosong, atau janin tidak berkembang :deg deg ser kenceng, namanya juga anak..sobat: Karena kehamilan kosong dan tidak berkembang…maka tubuh akan membaca bahwa itu sebagai gangguan dan berusaha mengeluarkan dari tubuh, yang kemudian di sebut keguguran spontan. Namun yaa…kita tunggu saja yaa sekitar dua minggu coba nanti bapak ibu dating kesini lagi untuk kita USG, kalau memang kemudian ternyata benar tidak berkembang dengan sangat terpaksa harus di kuret..di bersihkan :namanya kok kuret yak serem amat:
Sementara begitu bapak ibu, sambil menunggu dua minggu kami beri asam folat; dan jangan lupa berdoa ya bapak..ibuk…berharaplah ada suatu keajaiban…karena bagaimanapun pemeriksaan malam ini hanya memakai alat buatan manusia yang tentu saja banyak keterbatasannya :sambil ibu dokter menjelaskan bahwa ada juga yg tadinya di diagnosa blighted ovum namun pada akhirnya berkembang dan lahir selamat bahkan sekarang sudah besar:

Alhamdulillah………….hosh…, Puji Syukur KehadiratMu ya Alloh…serta terima kasih dokter..sudah membantu :lirih kalimat itu yang seolah terlontar setiap hendak keluar dari pintu periksa:

Hmmm…berarti di hari-hari akhir Romadhon ini ada beberapa PR, banyak PR…banyak kewajiban yang harus di tunaikan…; menjaga suasana hati istri..mendukungnya…mendoakannya, banyak belajar…dan banyak lagi, oya…hamper lupa…ada PR ke Laboratorium Prodia untuk test TORCH juga.

Dan di kesempatan yang baik ini pakdhe serta budhe memohon juga kepada teman-teman untuk dukungan doanya, yaaa…semoga mendapatkan yang terbaik….^^, demikian juga insyaAlloh kami mendoakan teman-teman sahabat aksara semua…semoga dilancarkan seluruh urusannya..dan selalu berbekal sehat jiwa raga serta dewasa.., mendapatkan kisah hidup hari demi harinya dengan kehidupan yang penuh Rahmat Alloh dan Keberkahan dari Nya, aamiin ? :senyum riang:

Terima kasih sobat sudah meluangkan waktu di malam-malam terbaik ini sekedar untuk membaca tulisan sahabatmu dari tepi selatan jawa tengah; wassalamu’alaykum ^^

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged , , , | Leave a comment

KE SORGA, Dari Pintu Mana Saja.

Hari ini Rabu, yang artinya istriku –pakdhe lebih senang dalam bahasa tulis memanggilnya kekasih halal- piket di sekolah..maksudnya berangkat pagi-pagi benar untuk menyambut kedatangan para murid dan menebar salam kepada orang tua atau wali yang mengantar, serta pulang paling sore sampai dengan anak habis di jemput ke rumah. Namun hari ini pulangnya semakin sore karena sepulang dari sekolah mengajar murid-muriod mungilnya masih ada satu kegiatan lagi yaitu pengajian rutin, yang biasanya di hari Jum’ah sore kini dig anti hari Rabu karena suatu hal.
Seperti biasa, sepulang pengajian pakdhe ngobrol ngalor ngidul bersama sang kekasih halal tentang seputar kajian tadi; “De Tum, kajiannya apa aja tadi?” ee bukannya menjawab dengan rangkaian kata-kata sang kekasih halal malah merespon dengan senyum, bukan senyum simpul…lebih dari itu..senyum tali-temali ? USut punya usut pengajian sore tadi bertemakan Wanita Sholehah, khususnya Istri Sholehah.
Hal yang paling mengena di hatinya dan yang paling ia khawatirkan langsung ia ceritakan, “Kak, saat ade sholat-sholat wajib..dan amal ibadah lain, sementara saat itu kakak sedang tidak ridhlo dengan Aya berarti hingga pagi dating sholat Aya relativ tidak di terima ya Kak..?” dengan muka besengut protes a la Aya tentu saja ? Namun kemudian ia menjawab sendiri, “Kata ustadzah barusan Tidak di terima sholat dn tidak di angkat kebaikannya hingga pagi tiba jika suaminya tidak ridhlo pada istri.” lalu bercerita “Tadi Bu Cici juga bilang Istri akan masuk surga melalui pintu mana saja apabila puasa ramadhan, menjadga kemaluan, taat pada suami, sholat 5 waktu, dan yang ketika ia meninggal suaminya ridhlo.”
Langsung saja terus pakdhe tanggap sampe de Aya cape bercerita, maksud pakdhe kan kalo bercerita ulang kan sama dengan menghafal biar mengendap abadi seumur hidup di otak dan tertransfer ke akhlaq ^^V Pakdhe bertanya, “Trus apa lagi kata bu ustadz de..?” sang kekasih halal menjawab “Yaa katanya harus pinter-pinter membuat suami seneng, menemani dengan penuh kepuasan..kepuasan di sini luas lho kak.., jadi missal kakak minta di anterin ke kantor pos misalnya atau pergi kondangan dan ade langsung bergegas menemani sampai dengan pulang hingga kakak urusannya selesai dan puas itu juga termasuk lho Kak!”
Cerita terus mengalir..termasuk tentang bergaul dengan penuh ketaatan, memperhatikan penciumannya…biar wangi terus, memperhatikan penglihatannya…usahakan kita menarik terus, memperhatikan waktu makannya, tidak membuat kegaduhan saat suami tidur, menjaga hubungan baik kepada kerabat-kerabat suami, menjaga harta kekayaan suami, tidak menyebarluaskan rahasia suami, dan pula tidak menentang perintahnya.
Dalam hal ini sebenarnya de Aya sudah pernah mendapatkan materi yang sama ketika mentoring saat kuliah. Namun yang namanya manusia kadang sering lupa. Di sinilah gunanya mengaji, belajar…dan inilah pula ke istimewaan mengaji bersama guru, dengan adanya guru harapannya kita menjadi lebih terpacu dalam belajar..ada target-target tertentu yang harus di kejar, ada tempat bertanya, dan ada teman-teman yang mengingatkan, berbeda halnya ketika kita mengaji hanya melulu kepada buku dengan tanpa guru.
Bukan hanya kepada istri, kepada parasuami pakdhe mengajak..dan juga mengajak diri pakdhe sendiri untuk mari kita mencintai pasangan hidup kita dengan ae-arif mungkin..mencintai dengan cara bijaksana..dan sebisa mungkin berkiblat kepada Rosululloh Muhammad SAW dalam berkeluarga. Jangan lupa kiranya kita berterima kasih kepada pasangan hidup kita bahwa ia dulu telah mau menerima kita sebagai pasangan hidupnya, yang insyaAlloh selama-lamanya. Menerima kita dengan gagah berani walau kita tak membawa emas berlian maupun sekoper uang; melainkan membawa rasa percaya diri untuk hidup bersama dalam suatu maghligai rumah tangga..yang kemudian saat itu oleh orang-orang yang hadir kita di doakan semoga sakinah mawadah warohmah. Kini mungkin belum memiliki harta melimpah maupun kiloan permata, namun insyaAlloh kita telah memiliki perhiasan terindah…dimana ia lebih berat dari bumi seisinya; istri sholeha.
Barangkali belum ataupun lupa, kini saatnya kita hadiahi ia dengan doa bertubi-tubi, tidak hanya saat kita selesai sholat…namun juga mendoakannya ketika kita di buatkan the atau kopi panas, mendoakan sorga untuknya sesaat setelah ia membangunkan kita dari tidur malam yang panjang, mendoakannya saat ia sudah terlelap tidur sedangkan tengah malam kita masih saja belum bertemu rasa kantuk, dan seterusnya.
Kita parasuami ini hanya manusia biasa yang mungkin saja lebih banyak rasa jengkel dari pada rasa ridho, ketika kita jengkel maka lupa mendoakannya…bukankah setidaknya pas jika saat-saat kita ridhlo kepadanya kita berdoa spesial untuk sang kekasih…, istri dan ibu anak-anak kita? insyaAlloh ^^V

Kepada yang belum berkeluarga..pakdhe turut mendoakan semoga segera berjodoh tepat pada saatnya nanti, bersabarlah secara dewasa ya sobat..Alloh bersama orang-orang yang sabar dan berlapang dada, InsyaAlloh.

Posted in Pakdhe Samboga | Leave a comment

Memoar Sang Nahkoda Kapal

Ulang tahun memang bukan sesuatu yang istimewa, melainkan sudah sewajarnya di setiap detik kesadaran kita selalu bersyukur bahwa sampai dengan tulisan ini terbaca roh dan jasad ini masih dalam satu kesatuan, masih mempunyai kesempatan untuk beramal dan mengumpulkan pundi-pundi pahala untuk hari kemudian. Bukan mau sok alim maupun sok suci, tapi adalah fakta bahwa perayaan ulang tahun ada beberapa pendapat..ada yang mengharamkan ada yang memperbolehkan.

Bukan bermaksud mau merayakan..namun cukuplah diri ini bersyukur masih di beri nikmat Iman dan Islam plus sekiiiii..an banyak nikmat yang lain sampai dengan usia kehidupanku di dunia tepat 28 tahun masehi kemarin 22 Februari 2010. Secara kasat hati jelaslah lebih banyak maksiat yang telah kubuat dari pada kebaikan yang telah kususun, apalagi kalau di timbang..semakin njomplang secara nyata; dengan ini aku kembali beristighfar..astaghfirullohaladzim.

Hadiah special dari Sang Kekasih Halal pada pagi hari terasa sangat special, Oseng Kentang pedas a la chef Maya :-) )) Yap, kentang (Solanum Tuberosum) telah menjadi makanan kegemaran semenjak kecil. Kumakan dengan kunyah yang puluhan kali supaya pencernaan tidak stress..seolah hari ini aku juga menghadiahkan ekstra kerja lebih ringan bagi tim solid pencernaan, lambung dan kawan-kawan. Apapun kalau masakan istri..keasinanpun seolah itu masakan hotel bintang lima, kepedasan seolah itu di kota Padang; apalagi ini..oseng kentang yang memang sejujurnya lezat…maka terasa bagaikan makan di restoran awang-awang.

Pula kali ini istimewa..karena 2010 ini seterusnya aku bukan hanya seorang suami..seorang bojo, namun juga seorang bapak. Biarpun anak pertamaku sudah satu tahap lebih maju dariku namun diriku tetap seorang bapak. Sudah sewajarnya seorang bapak dalam bersikap dalam bertingkahpolah haruslah lebih dewasa..lebih matang dan berfikir tiga empat kali lebih dalam. Biarpun darah yang mengalir di setiap pembuluh adalah darah muda, namun hati dan otak haruslah bijaksana.

Wahai engkau anggota rumah tanggaku satu-satunya saat ini, marilah kita eratkan sabuk pengaman..aku pegang kemudi dengan sangat hati-hati dan tolong kau awasi layer yang terkembang agar angina tak merobeknya..menyabetnya hingga kapal ini menggelimpang karam. Mari kita lalu badai-badai dengan tegar, ombak-ombak dengan bijak..tak perlulah terlalu cepat sayang..yang penting kita sampai di pelabuhan yang benar dengan aman dan utuh; serta marilah berdoa semoga di tengah jalan nanti isi kapal kita bertambah..sehingga ada yang bisa membantu kita menyalakan lampu di kala malam, maupun menambatkan jangkar di kala lelah.

Bila umur kita panjang..dengan izin dan Ridhlo Alloh, semoga tahun depan kita sudah bisa bersandar di Pelabuhan Misi Hati, Kota Visi, Negara Bahagia tentu saja di dunia Sakinah Mawadah Warohmah. Di pelabuhan itu semoga kita sudah bertambah satu anggota..dan bergegas menuju pelabuhan selanjutnya.

Memoar 23 Februari 2010.

Nahkoda,
Pakdhe Samboga

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged , , , , , , | Leave a comment

123 sayang Ibu..Ibu..Ibu, lalu sayang Bapak.

Mas, pagi ini pesarean desa tempat jasadmu di kuburkan begitu damai..sepi..hening, seperti makam pada umumnya. Tadi bapak parkir sepeda motor jauh dari tempat peristirahatan jasadmu, karena kata pak Kyai sebaiknya kalau ke makam jangan menimbulkan kegaduhan..namun bapak minta maaf ya sayang bapak tadi pagi tidak melepas sandal seperti anjuran guru ngaji, tapi insyaAlloh bapak melangkahnya pelan-pelan kok Mas. Bapak kurang kurang tau sebenarnya kamu membutuhkan hadiah dari bapak atau enggak, karena dirimu saat kembali padanya masih dalam keadaan yang sangat suci. Belum ada satu katapun yang terucap dari mulut mungilmu yang menyakiti..belum ada satu polahpun dari panca inderamu yang menganiaya, dirimu masih sangat suci Mas..insyaAlloh. Tapi tadi bapak secara naluri menghadiahkan untukmu bacaan surah Al Fatihah, dengan bacaan yang sangat terbata..dengan ejaan membaca yang masih sangat di pertanyakan kebenarannya.., semua karena kekurang-aliman bapak Mas, kekurangsungguhan bapak dalam belajar; bapak malu..bapak beristighfar..dan ingin belajar serta mengamalkan agama dengan baik..meneladani Rosululloh dengan kesungguhan hati, semua demi Ridhlo Alloh Mas.., supaya kelak Bapak bisa berjumpa kembali denganmu bersama-sama Ibu dan adikmu serta seluruh keluarga besar kita kalau itu memungkinkan..kemudian bersama-sama kita bergandengan tangan memandang Wajah Alloh Sang Maha Penyayang, InsyaAlloh ya Mas Canthing. Itu keinginan semua umat Islam, pun kalau karena kehinaan bapak sehingga bapak tidak seberuntung dirimu maka bila nanti bapak sudah bisa mencium wangi surga tempatmu bermain saja bapak sudah sangat senang Mas. Bapak ini orang biasa..yang tak pantas masuk surga, namun tak pula sanggup menghadapi panasnya api neraka; maka Ridhlo dan Rahmat Allohlah saja yang bapak harapkan Mas.

Mas Canthing..kedatangan bapak pagi ini sangat mendadak mas, tiba-tiba saja bapak habis wudhlu langsung memakai sarung dan menuju ke makam Mas. Sebenarnya bapak ingin berangkat ke makam Mas kemarin hari Jumah sebelum atau sesudah solat Jumah, tapi bapak tunda Mas..karena bapak takut mengkhususkan hari tertentu untuk menjenguk makammu, bapak takut kalau-kalau itu di larang. Sebisa mungkin bapak ingin meneladani Rosululloh..mengikuti sunah Rosululloh Muhammad SAW, makanya bapak tadi tidak bawa bunga juga Mas. Kata pak Kyai orang-orang kebanyakan menaburkan bunga ke atas makam karena konon selama bunga atau apapun di atas makam selama belum kering maka akan ikut memohonkan ampun. Tapi bapak baca, riwayatnya dulu kala Rosululloh Muhammad SAW memang pernah meletakkan pelepah kurma yang masih basah di atas salah satu makam, tapi kemudian bapak baca di keterangan bahwa hal itu adalah pengecualian karena pada saat itu Rosululloh SAW melihat sang mayit sedang di siksa kubur,….walLohu alam ya Mas…; bapak memang masih harus banyak belajar lagi. Tapi insyaAlloh bapak seneng ziarah ke makam Mas…karena di sana bapak jadi ingat kepada Alloh Mas..bapak jadi ingat mati..bapak jadi ingat dosa yang seki…an banyaknya…dan sepulang dari berziarah biasanya bapak sangat semangat untuk bertaubat. Rosululloh Muhammad SAW pernah bersabda : Kuntu nahaitukum `an ziyaratil qubur, fazuurul qubura, fainnaha tuzhidu fiddunya watudzkirul akhirah …..( HR dari Ibnu Mas’ud riwayat Ibnu Majah). “Saya pernah melarang kalian berziarah ke kubur , maka sekarang berziarahlah ke kubur. Sesungguhnya berziyarah kubur menyebabkan zuhud akan dunia dan mengingatkan akan akhirat “.

Oh iya Mas..sekarang Ibu sudah mulai solat Mas Canthing lho, tapi bapak masih melarangnya berangkat ke sekolah..nanti lah tunggu satu atau dua minggu lagi biar benar-benar fit and fresh…cie malah kayak sirup ya Mas yaa. Ibu saaaa..yang sekali padamu Mas, ssttt…bapak juga lho. Dan ini rahasia ya Mas..jangan bilang-bilang Ibu, nanti Ibu bisa GR kalau tau; gini Mas…sebesar-besarnya rasa sayang bapak ke Mas..insyaAlloh masih jaaa..uh lebih besar rasa sayang yang Ibu miliki untuk Mas Canthing…walau ia tak sempat menyusuimu…namun ia telah merasakan berkomunikasi cinta denganmu dalam perihnya konstraksi..mualnya kehamilan awal..peningnya pagi hari dan banyak lagi. Mas masih ingatkan saat Ibu mengajari Mas berdzikir sambil Ibu memegang perut.. Mas inget ga..denger ga…?Atau saat ia bercerita dalam hati yang bahkan saat bapak tidak tau..? Ingat kan Mas..?Nah itulah rasa sayang dan cinta Ibu padamu, semua karena Ibu mencari Ridhlo Alloh semata. Kalau bapak…?hahaha..bapak becanda mulu ya ma Mas…ketawa ketiwi bercerita yang kurang bermutu; maapin bapak ya Mas ;-) ))

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Alloh Meminta kami berdua Membaca dengan Cara yang Tak biasa.

Bukan bermaksud menghitung-hitung namun hari saat pakdhe menulis ini adalah hari kelima Mas Canthing secara fisik tidak berada di dekat kami, namun secara batin ia sangat dekat. InsyaAlloh ia kini sedang bermain-main bersama sesamanya di suatu tempat bersama anak-anak mungil dari berbagai belahan dunia dari dari berbagai lapisan dasawarsa waktu..mudah-mudahan ia di sana bertemu dengan banyak anak-anak kecil mujahid-mujahidah Palestina, bertemu balita-balita korban gempa, pula bertemu Paklik Rizqi Qidir anak dari adiknya bapak, yang juga meninggal di usia 6 bulan namun beberapa hari sebelum di lahirkan; aamien..Wallohu’alam.
Mas Canthing, kami bapak dan ibumu sering membicarakanmu, insyaAlloh bukan karena kami kurang ikhlas..namun karena kami mencintaimu..walau cinta kami tentu tak sebesar cinta Penciptamu Alloh SWT. Kami telah rela akan rencana keberangkatanmu kembali bahkan sejak Ibumu akan menghantarkanmu ke pintu dunia fana di bantu dokter dan parabidan atas petunjuk Alloh. Dan dengan penuh rasa sadar kami telah berucap Innalillahi wainailaihi roji’un…
Engkau patut bangga Nak, ibumu sangat tabah dan tegar..rupanya ia sedikit mewarisi jiwa Ummu Sulaim yang begitu pandai membuat hati bapak dan keluarga besarmu tidak larut dalam kesedihan. Engkau kini atas KuasaNYA jauh lebih memahami Al Qur’an daripada bapak Nak, jadi fikir bapak engkaupun tahu siapa itu sosok Ummu Sulaim istri Abu Thalhah, Wallohualam. Ia adalah seorang ibu yang anaknya meninggal, dalam hal memberi tahu suaminya atas kematian sang anak Ummu Sulaim benar-benar mencari saat terbaik..bahkan ia menghias diri..dan menyampaikan setelah beribadah mesra berdua..Rosululloh kemudian mendoakan malam mereka…dan lahirlah di suatu masa kemudian anak-anak yang sangat sholeh. Tentu ibumu dengan cara berbeda Nak…ia tidak menangis melainkan tersenyum kepada siapapun, bahkan aku Bapakmu..manusia terdekatnya saat ini.

Ada kejadian menarik..dan kejadian ini pakdhe resapi benar-benar, karena ini semua atas kuasanya semata. Saat Mas Canthing menghembuskan nafas harumnya terkahir kali adalah pada hari selasa tanggal 09 Februari 2010. Disisi lain sedikit flashback ke belakang, pada hari Jum’ah tanggal 05 Februari 2010 istriku (budhe) mempunyai jadwal kajian pekanan rutin sebagaimana biasa. Dari rentetan waktu masalalu di tanggal itu adalah jadwal budhe menyampaikan Kultum kepada teman-temannya, Jum’ah pagi sebelum berangkat ke sekolah budhe cerita kepada pakdhe “Kak, nanti ade jatah kultum..tolong carikan tema dong Kak” kurang lebih begitu. Akhirnya pakdhe berjalan ke lemari perpustaakan pribadi yang tak seberapa besar lemarinya, diantara puluhan buku pakdhe pilah-pilih dan kemudian mengambil satu buku, yaitu tabloid NIKAH edisi 9/I/2002 yang bersampul kuning cerah berfoto motor gede. Pakdhe buka satu persatu halamannya..banyak kisah cerita yang bisa di jadikan materi kultum..namun kemudian entah mengapa pakdhe memilih kisah Malik bin Dinar. Kemudian pakdhe tawarkan itu ke budhe dan ia setuju, akan di baca di sela-sela jam di sekolah dan menyampaikannya di forum kajian. Barangkali ada yang belum tahu salah satu episode kisah Malik bin Dinar, kurang lebih sebagai berikut..(demi efisiensi maka bukan pakdhe ketik ulang dari majalah NIKAH, melainkan pakdhe ambil dari kisahislam.com)

–Taubatnya Malik bin Dinar–

Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.

Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.

Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta’ala -lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.

Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.

Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.

Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat.
Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan.
Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: “Mari menghadap al-Jabbar!”

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” Dia menjawab: “Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”

Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?” Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku.” Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!”

Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!”

Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.

Dia berkata kepadaku:
“Wahai ayah, “belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid:16)

Maka kukatakan: “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu.”
Dia berkata: “Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”

Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: “Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dia Rohimahullah berkata:
Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid: 16)
…..

Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi’in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka.”

Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: “Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari. Dia berfirman kepadamu: “Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”

Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. (Misanul I’tidal, III/426).

Pakdhe merinding saat pagi tadi budhe bercerita bahwa baru saja ingat bahwa Jum’ah kemarin menyampaikan kultum tentang itu, pakdhe saja yang mencarinya di majalah sudah lupa. Mengingat pesan ini di kaitkan dengan realita kembalinya Mas Canthing pakdhe rasa sungguh bukan hal biasa…jadwal kultum budhe sudah di tentukan jauh hari, dan bisa saja hari itu budhe ga berangkat, disisi lain cerita itu pakdhe pilih diantara puluhan halaman dalam satu majalah..dan majalah itu diantara puluhan deret buku yang lain..bisa saja pakdhe bukan mengambil majalah itu, namun faktanya pakdhe ambil majalah tersebut..peluang terbacanya Malik bin Dinar makin mengecil manakala merunut kebiasaan pakdhe bila mencari sumber bukan ke lemari melainkan menghubungi Google.com.
Yaa Alloh, Yaa Jabbar..kami bersyukur engkau beri kesempatan membaca kembali kisah Malik bin Dinar..dengan cara yang sungguh tak biasa, subhanalloh walhamdulillah.

“Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”

Ya Alloh Yaa Rahim, hamba memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan rizki taubat kepada kami semua. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged , , , | Leave a comment

Canthing Melukis Kain Kehidupan Kami Menjadi Sangat Indah,09-02-2010.

Hari sebenarnya bergerak sebagaimana biasanya, matahari tetap selalu hangat menyinari kehidupan, dan bumipun tetap berputar dengan sangat indah tak terperi..yang kemudian melahirkan detik waktu. Namun sore ini lain..memang kondisi budhe :begitu beberapa sahabatku memanggilnya: agak kurang sehat, di diagnosis air ketubannya sejak kemarin merembes. Hari-hari sebelum ini karena kebutaan kami tentang dunia indah kandungan maka setiap ada keluhan segera berkonsultasi dengan bidan juga dokter spesialis kandungan terdekat. Dua kali USG pada hari Senin siang dan Senin malam dengan dua dokter yang berbeda menyimpulkan kandungan masih sehat dengan status indeks kecukupan air ketuban di nilai cukup..yaitu pada angka 8.
Namun Selasa 9 Februari 2010 ini rupanya menjadi hari yang sangat “indah” bagi kami berdua…pukul 17.30 WIB budhe mulai merasakan seperti melilit hendak buang air besar, namun teratur dan itulah yang kemudian ternyata di namakan kontraksi. Tak perlu menunggu lama pakdhe langsung menelpon Ibu Bidan Suzana untuk mendapatkan surat rujukan ke Rumah Sakit Bersalin PERMATA.
Dengan mobil sedan tua tahun 1983 yang biasanya di ujung jalan mogok kami berdua memberanikan diri melenggang ke Rumah Bersalin yang kurang lebih 17 kilometer jauhnya dari rumah di desa. Mungkin sama halnya dengan ibu hamil lain..selama perjalanan budhe merasakan secara periodic teratur konstraksi yang datang dan pergi. Seringai sakitnya membuatku iba dan berdoa dalam hati semoga sakitnya mengurangi dosanya. Sampai di rumah sakit antrian sudah cukup banyak, karena berbekal surat rujukan dan sakit yang terasa maka Alhamdulillah budhe bisa bertemu dokter lebih awal walau masih harus menunggu sekitar 15 menit lagi.
Dengan sangat bijaksana..perlahan..dan hati-hati sang dokter yang bertangan dingin itu mulai memeriksa dan menyimpulkan..bahwa karena jumlah air ketuban sudah sangat sedikit maka harus segera di upayakan kelahiran secara normal, karena kontraksi sudah sangat sering kemungkinan keliharan tidak lama lagi…dengan sangat berperasaan dokter menjelaskan bahwa usia janin adalah 6 bulan dan masih sangat muda..mungkin saja anak bapak hidup setelah di lahirkan walau itu mungkin tidak lama :terima kasih dokter atas penjelasannya*smile:
Memang Alhamdulillah tidak lama, yaitu sekitar 15 menit sejak budhe memasuki kamar bersalin kemudian pakdhe di panggil Ibu Perawat untuk masuk. Dan Subhanalloh walhamduliLlah walaa ilahailaLlohu Allohu Akbar untuk hidupku yang hanya sekali di dunia ini untuk pertama kalinya akhirnya pakdhe bisa memandang teduh seorang bocah bayi anakku sendiri..ia mungil gagah dan chubby kurang lebih mirip denganku. Setelah ku kecup kening istri untuk sekedar berterima kasih segera pakdhe meraih bayi mungil itu untuk mentahniknya..melantunkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri..adzan yang tercekat..berpadu antara iba bahagia rasa tak percaya dan dan buncahan rasa lainnya yang tentu saja sekalipun pakdhe belum pernah merasakan beningnya rasa saat melakukan itu. Apalagi bayi mungil itu seperti berulang kali merespon tiap lafalz adzan yang bapaknya kumandangkan. Anakku..”Hayya’alal falah” *berkaca-kaca.
Sayang kemesraan ini tak berlangsung lama..karena begitu selesai mentahnik dan sekedar menciumi wajahnya yang sangat wangi :aromanya sangat…….tak terlukiskan wanginya: pakdhe harus segera mengembalikan anak kami kepada perawat untuk di masukkan ke dalam kotak incubator..yang tentu tak senyaman di dunia rahim ibunya. Tak sempat mempraktekkan inisiasi dini dengan menaruhnya di dada budhe untuk mengenal asupan nutrisi pertamanya di dunia baru dengan tanpa ada yang memberi tahunya kecuali Alloh tentunya. Setelah CANTHING :begitu biasanya kami memanggilnya..baik saat ia masih dalam angan-angan alias visi, saat ia telah ada namun dalam kandungan ibunya, maupun saat ia telah benar-benar di dunia fana: di masukkan ke dalam incubator, pakdhe sang ayah*smile memandangnya dari kejauhan…pakdhe di suatu sudut.., sebentar memutar leher kekiri melihat ibunya dan sebentar memutar leher kekanan memandang canthing tercinta.
Waktu berjalan..buah hati masih di incubator, kemudian dari kamar bersalin budhe di pindah ke kamar inap di lantai dua. Bercerita..berbagi bahagia..saling menguatkan..saling mengingatkan..saling menasihati; karena kami berdua adalah pakaian bagi pasangannya..:sempat kulirik jemari tangannya masih ulet menari di sejuntai tasbih yang beberapa hari ini terus ia pegang menjadi teman berdzikir. Sorot matanya bahagia, senyumnya lugas, tingkahnya *sebentar istriku sedikit terbangun* //
Sudah tidur lagi, sepertinya agak serak dan terbangun, sekarang sudah tidur kembali..tadi sebenarnya budhe agak susah tidur..tp kemudian pakdhe beri tips untuk mengatur kedipan mata..alhamdulillah manjur* tingkahnya menerjemahkan bahwa Alhamdulillah ia sehat bugar, semua hanya karena Rahmat, Ridhlo, Nikmat dan Kuasa Alloh*takbir..Allohu Akbar!!*
Waktu terus berjalan..pukul 22.00 pakdhe di panggil perawat untuk dating ke ruang bayi bismillah..pakdhe ke sana…dan innalillahiwainailaihirojiun..canthing anak pertama kami meninggal dunia, perkiraan ibu perawat sekitar pukul 21.30 WIB. Bibir tak kuasa mengucapkan apapun kepada Ibu perawat melainkan berterima kasih, kemudian pakdhe menciumnya :sekali lagi wanginya baru kali ini pakdhe rasakan..pakdhe sering mencium bayi, tapi kali ini sensasi dan rasanya amat lain, bahkan pakdhe menamakan dengan wangi yang indah: lalu menggendongnya..menimangnya..menatap sorot matanya yang terpejam..memandang bibirnya yang sangat mirip denganku :begitu kata budhe:
Pakdhe masih menggendongnya..menikmati detik-detik dalam tiga menit supaya terasa tiga puluh tahun, menggendongnya tanpa berkata-kata..tapi kalau di ejawantahkan ada seribu judul disana. Ini kuasa dan nikmat Alloh..sedikitpun budhe tak meneteskan air mata. Bagiku ia adalah pakaian terbaik..mudah-mudahan pula baginya pakdhe adalah pakaian yang pantas dan luwes.
Tak ingin menyiakan waktu..segera pakdhe hubungi sanak kerabat dan tetangga dari rumah sakit. Benarlah apa kata ajaran bijak bahwa tetangga adalah saudara terdekat, itu benar dan Alhamdulillah pakdhe sadari sedari dulu. Semua persiapan berjalan lancar, pakdhe dan budhe tetap di rumah bersalin untuk pemulihan, sementara canthing berselimutkan kain jarik batik di gendong simbah buyutnya pulang kerumah. Tanpa menunggu kedatangan orang tua pakdhe yang masih di Jakarta dari takziah di Lampung..dan tanpa menunggu kedatangan Bapak Ibu dari Pemalang..jenazah Canthing segera di makamkan malam itu juga. Berdasar cerita Zenith adik bungsuku, jenazah canthing di berangkatkan dari rumah tepat pukul 24.00, dan selesai sekitar pukul 00.40 WIB. Baru saja ia hadir di hadapan kami dan kini ia tercinta telah kembali ke pangkuan-Nya. Dengan membaca basmallah..Bismillahirohmanirrohim, ia yang tercinta kami beri nama “MAS CANTHING EL MUMTAZ”, seorang anak laki-laki yang semoga bisa menulis dan mewarnai hidupnya dengan baik*aamien..aamien.

“Mas Canthing…walau kami orang tuamu tak mati lebih dulu darimu sehingga kau mengisi hari-harimu dengan mendoakan kami…, namun kami bapak dan ibumu yakin nak..engkau mempunyai cara tersendiri; walau kami kotor dan tak sebersih dirimu namun orang tua pasti selalu cinta dan mendoakan anaknya..”

Parasahabat semua yang masih berada di bawah langit yang sama..pakdhe berterima kasih atas perhatian dan doa dari para sahabat selama ini; semua yang sabat berikan sangat berarti dalam bagi kami..kami mengucap jazakumullohkj serta berterima kasih, dan kembali mendoakan semoga semua selalu sehat bahagia dan berada di jalan yang benar; aamien. Banyak salah kami selama bergaul bersilaturahmi mohon dengan sangat untuk di maafkan..atas segala fitnah yang mungkin dating dari kami..atas kebohongan..atas kelalaian..dan semua derivasi godaan syaiton..mohon di maafkan*yaa sobat?

Akhirnya tanpa perlu ada jeda kami kembali memohon kepada Alloh SWT..kami yang kotor ini memohon kepadaMU Yang Suci Alloh SWT..atas rahmatMU karuaniakanlah kepada kami anak-anak yang soleh dan solehah yang sehat, lincah dan cerdas..berikanlah kembali kepada kami amanahMU Yaa Alloh untuk dapat menimang anak-anak kandung kami..mendidiknya…mengajarinya menyebut AsmaMU…melatihnya mendirikan sholat memuliakan serta menyembahMU; anak-anak soleh dan solehah tempat kami berbagi kasih sayang dan cinta tak bertepi..demi memperoleh RidhoMU semata Yaa Alloh..aamien.

Dari salah satu kamar di PERMATA
10 Februari 2010*/ pukul 02.30
Salam persaudaraan,
*Samb&Maya*

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged , , | Leave a comment

Go Green Rumah Tanggaku, Hijau Pula Uangku.

Bagi angkatan 80an tentu masih terngiang saat guru SD bahkan guru SMP kita mengenalkan kepada kita yang masih buta bahwa Indonesia adalah jamrud katulistiwa. Adalah memang benar rasanya Negara kita memberi warna hijau yang sangat dominan pada bola dunia. Saking luasnya kita kadang lebih dari sekadar Negara, melainkan benua.

Keinginan untuk tetap hijau sudah selayaknya tidak hanya berhenti sebatas keinginan, harus di wujudkan di semua lini dan segi kehidupan..; menjaga tetap hijau tanpa menghamburkan si hijau dari dompet dan saku kita.

Banyak hal sepele yang sepertinya terlupa..mengganti oli misalnya, di dekade ini kepemilikan kendaraan bermotor sudah hamper merata..bahkan pengangguran pun memiliki sepeda motor bahkan mobil, mau tidak mau karena harus maka dilakukanlah prosesi pergi kebengkel untuk servis rutin atau sekedar ganti oli. Rasanya cukup banyak konsumen yang mungkin karena kekurangtahuan dan karena kehati-hatiannya yang tinggi mengganti oli terlalu sering..tanpa memperhatikan bagaimana yang seharusnya. Ada yang mengganti oli setiap 500 km sekali, 1000 km sekali dan dekat-dekat dengan itu, padahal salah satu produk bangsa kita sendiri saja mengklaim dalam label kemasannya bahwa sanggup di pakai sampai dengan kilometer 7.500. Terbayang kan bagaimana limbah oli yang membanjir bilamana kita kurang memperhatikan hal ini..? Ini baru oli ^^

Hal lain yang cukup bisa mendukung hijaunya rumah tangga adalah dalam hal cuci baju, coba mari kita renungkan kembali mengapa kita harus memakai pelembut dan pewangi pakaian di bilasan terakhir..kemudian memakai sprai pewangi saat menyetrika, dan masih di lengkapi deodorant saat pakaian akan kita kenakan; pakdhe rasa cukup salah satu saja jangan tiga atau dua sekaligus.

Dalam pandangan pakdhe rangkaian kejadian berikutnya yang hendaknya di atur sedemikian cantik sehingga mendukung hijaunya rumah tangga adalah mengenai memasak. Mari semua sama-sama belajar dan berusaha untuk memsak sesuai kebutuhan, sebisa mungkin jangan sampai bersisa di malam hari. Cukup beralasan pakdhe rasa, karena di sadari atau tidak lahan pertanian kita semakin hari semakin sempit karena tergusur untuk keperluan tempat tinggal dan industri, tidak mudah bagi petani kita untuk dapat mempertahankan jumlah panen secara nasional dari tahun ketahun sementara lahan terus berkurang, itu mempertahankan apalagi meningkatkan. Toh pun kalau pada akhirnya bisa meningkat maka pada dasarnya semua itu peningkatan yang sangat semu karena pupuk kita adalah pupuk bersubsidi. So mari memasak dengan cermat, dan mari makan di rumah a la masakan di rumah, serta di warung dengan masakan a la rumahan dengan syarat saat itu kita memang tidak bisa makan di rumah. Seolah hal ini kaku, padahal bila di renungkan justru menurut pakdhe beginilah memang norma yang seharusnya.

Yang di bawah ini sepele namun menjadi brekele kalau hal ini terjadi secara nasional. Tidak jauh berbeda dengan kendaraan bermotor, ponsel juga semakin mendarah daging..artinya sekarang menjadi sebuah kebutuhan. Pakdhe tidak akan membahas gaya atau seri dan harga ponsel-ponsel terbaru walau sebenarnya itu juga perlu di jabarkan, dalam hal ini pakdhe hanya akan menulis bahwa seringkali disadari atau tidak seringkali kita mengisi kembali ponsel kita saat dayanya sebenarnya masih banyak..dan belum mencabutnya sementara sebenarnya sudah penuh sejak beberapa jam yang lalu. Terbayang rasanya berapa pemborosan listrik dalam keluarga kita setiap tahunnya. Hal ini menjadi preseden kalau memang bukan hanya kita, melainkan seluruh bangsa yang melakukan ini –mudah-mudahan saja tidak.

So mari, dalam setiap kesempatan santai..kita meluangkan waktu untuk merenung hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mendukung hijaunya rumah tangga hijaunya negri, mulai sekarang juga.

Hijau pangkal kaya, hijau pangkal sehat.

Purworejo, 1 Februari 2010
Di tulis sambil pakdhe menunggu waktu 17.00 saat harus kenduri di rumah lek Mislam.

Posted in Pakdhe Samboga | Leave a comment

Kekasih Halal

bukan hanya umur yg kt tak paham smp kpn..,melainkan jg jodoh…bkn melulu dg siapanya..tapi juga tentang berapa lamanya..apakah jodoh yg sdg kita jalani ini jodoh seumur hidup smp mati mendatangi…atau hanya seumur jagung saat bulan depan plg kampung itu semua sudah rampung*/maka perlu di hayati bahwa mencintai itu ada rambunya..bahkan untuk kita yg sdh mempunyai kekasih halal.***semoga semua berjodoh selamanya..

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged , | Leave a comment

Mulia tak Berjaya

semua ada syaratnya :-) syarat untuk bermimpi adalah tidur, syarat mewujudkan mimpi adalah bangun…syarat memulai rumah tangga..ada pasangan, bila tak kunjung tiba bisa minta bantuan*/ hidup mulia tak harus berjaya, hidup bahagia tak harus kaya..namun dengan kaya jiwa raga lahir batin..sepertinya hidup lebih bermakna, yang penting kita tak lupa …hidup yang sejati adalah rangkaian manfaat yang telah kita berikan untuk sekeliling raga yang menentramkan jiwa.

Posted in Pakdhe Samboga | Tagged | Leave a comment

Aku Berfikir, maka aku Manusia.

diri ini sedang berfikir..memilah tiap getaran serabut otak..menyaringnya, mengelompokkan tpisah berurutan bjajar rapi spt barisan semut. Tak biasany diriku semelankolis ini…mgkn hsl merenung td mlm,hsl dr memutar kbli movie kehidupanku..kuputar smua baik itu layar emas,komedi bahkan horor&drama, tak apa aku blm beroleh piala citra. skrg ku berkeras bs bperan sebaik mgkn sesuai arahan&pedoman..di spnjg garis zaman

Posted in Pakdhe Samboga | Leave a comment